Pages

Air=H2O atau H1,5O



Percobaan tim peneliti Amerika memastikan rumus molekul untuk air.
Pada akhir Juli 2003, ahli fisika Jerman Aris Chatzidimitriou-Dreismann dari Technical University-Berlin mengumumkan temuannya di jurnal Physical Review Letters yang bakal mengubah buku teks pelajaran kimia di sekolah. Menurut dia, rumus molekul untuk air bukanlah H2O melainkan H1,5O (molekul air mengandung satu setengah atom hidrogen dan satu atom oksigen).
Chatzidimitriou-Dreismann sampai pada kesimpulan itu setelah percobaannya menabrakkan neutron-neutron dan elektron-elektron dengan air untuk waktu beberapa attodetik (kurang dari 10-18 detik), menunjukkan bahwa rasio hidrogen terhadap air adalah mendekati 1,5 hingga satu.
Percobaan itu menggunakan kamera supercepat. Kamera itu memakai partikel subatomik, neutron, untuk memeriksa struktur molekul. Ketika sebuah sorotan neutron ditembakkan ke sasaran air, jalur penghamburan neutron-neutron yang berbeda arah itu memberikan sebuah gambar dari molekul.
Mengapa atom-atom hidrogen tinggal 1,5 itu diduga karena dua atom tersebut hidrogen berdempetan sangat dekatnya. Penempelan ini secara efektif mengaburkan batas-batas antara kedua atom hidrogen itu. Sehingga neutron yang terhamburkan lebih sedikit dari yang diperkirakan. Begitu waktu penyinaran ditingkatkan, batas-batas yang kabur tadi hilang--kadang disebut quantum decoherence--sehingga pemisahan dua atom hidrogen menjadi terlihat.
Namun, ketika peneliti dari Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, New York, Amerika Serikat, mengulangi percobaan serupa baru-baru ini, mereka gagal menemukan fenomena perdempetan atom hidrogen tersebut. Dalam waktu yang sangat singkat itu, mereka meilhat gambar molekul air itu berupa dua atom hidrogen dan sebuah atom oksigen.
Percobaan konfirmasi yang dipublikasikan dalam jurnal Physical Review Letters edisi 13 Mei 2005 ini untuk menegaskan kembali universalitas H2O. Jadi, sampai saat ini, tak akan ada perubahan di buku teks kimia: molekul air tetap H2O.
Barang Aneh
Air memiliki sifat-sifat yang unik. Inilah di antaranya.
  • Dalam wujud padat, air mengambang dalam cairan. Karakteristik ini juga menjelaskan mengapa pipa-pipa air akan meledak jika dibekukan--bertolak belakang dengan hampir semua bahan lain. Termometer air raksa, misalnya, tidak akan meledak ketika suhu turun hingga di bawah titik beku air raksa.
  • Suhu air saat mendidih dan saat membeku lebih tinggi daripada molekul-molekul lain yang ukurannya sama.
  • Air memiliki kapasitas panas lebih besar. Ini dapat diperoleh banyak panas tanpa terlalu besar meningkatkan suhunya. Ini menjadikannya agen pendingin (coolant) yang sangat bagus untuk radiator mobil. Sifat ini juga menjadi alasan utama mengapa di permukiman pesisir, suhunya moderat atau sedang-sedang saja karena laut menjadi dingin dan menghangat secara lambat.
  • Tekanan permukaan air tinggi. Ini menjelaskan mengapa ia berbentuk butiran-butiran dan mengapa air merambat pada sisi-sisi sedotan.
Elektrolisis Air
Pada 1800, William Nicholson (1753-1815), ahli kimia, penulis, dan filsuf Inggris, mendekomposisi air menjadi unsur-unsur yang menyusunnya: oksigen dan hidrogen. Ia menggunakan arus listrik voltaik atau lebih dikenal sebagai cara elektrolisis. Ia menemukan bahwa ketika timah dari baterai yang dibuatnya sendiri ditaruh di dalam air, molekul air terpecah menjadi hidrogen. Sedangkan oksigen yang berkumpul secara terpisah membentuk gelembung-gelembung yang tenggelam pada ujung kawat. Percobaan Nicholson ini sekaligus menjadikannya orang pertama yang menghasilkan sebuah reaksi kimia melalui listrik.

0 komentar:

Poskan Komentar

Contact Form

Powered byEMF Forms Online
Report Abuse